EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT
GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK OVERBURDEN DAN BATUBARA DI PIT KUNGKILAN PT ULIMA NITRA TBK JOBSITE PT BUDI
GEMA GEMPITA KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN
Adelia Safriana Ningsi1,
Ferina Yasyfa Razaqi2, Raditya Adi Yuwono3, Alieftiyani Paramita Gobel4, Bimbi Cahyaningsih5
1Program
Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya
Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya-Sumatera Selatan, 30662, Indonesia
Email: alieftiyanigobel@gmail.com
|
Received : dd-mm-yyyy |
Accepted : dd-mm-yyyy |
Published : dd-mm-yyyy |
|
Abstract |
||
|
PT Ulima Nitra conducts mining activities in
the Mining Business License Area of PT
Budi Gema Gempita, precisely in the Kungkilan Pit. Mining at PT Ulima Nitra,
Tbk is carried out with an open pit system. In this study, observations were
made in three fleets consisting of 2 overburden fleets and 1 coal fleet. Coal
mining activities require mechanical equipment such as excavators to excavate
overburden and excavate coal. The material will be loaded and transported to
the stockpile by hauling equipment. The purpose of this study is to determine
the productivity of the digging-loading and hauling equipment used and to
determine the factors that affect productivity. In this research, the digging
and loading equipment used include 2 units of Hitachi ZX-870LCH excavator for
overburden and 1 unit of Volvo EC-480 excavator for coal. As for the hauling
equipment used are Komatsu HD465-7R and CAT OHT 773E for overburden, and Hino
500 fm260 jd dumptruck for coal. Keywords :, coal, overburden,
mining, productivity |
||
|
Abstrak |
||
|
PT Ulima Nitra melakukan kegiatan penambangan di Wilayah
Izin Usaha Pertambangan
(WIUP) PT Budi Gema Gempita
tepatnya di Pit Kungkilan.
Penambangan di PT Ulima
Nitra, Tbk dilakukan dengan sistem open pit. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan di tiga fleet
yang terdiri dari 2 fleet
overburden dan 1 fleet batubara. Kegiatan penambangan
batubara membutuhkan peralatan mekanis seperti alat gali muat untuk menggali
tanah penutup dan menggali batubara. Material akan diangkut ke tempat
penimbunan dengan alat angkut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
produktivitas alat gali-muat dan alat angkut yang digunakan serta mengetahui
faktor yang mempengaruhi produktivitas. Pada penelitian ini alat gali-muat
yang digunakan antara lain 2 unit excavator Hitachi ZX-870LCH untuk overburden
dan 1 unit excavator Volvo EC-480 untuk batubara. Sedangkan untuk alat
angkut yang digunakan adalah Komatsu HD465-7R dan CAT OHT 773E untuk overburden,
dan dumptruck Hino 500 fm260 jd untuk batubara. Keywords : batubara, overburden, penambangan,
produktivitas |
||
Pertambangan
ialah kegiatan yang berhubungan dengan penelitian, pengelolaan dan pengusahaan
mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi
kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan
penjualan, serta kegiatan pascatambang (Bale & Setiadi, 2022; Manik, 2013). Penambangan merupakan salah satu kegiatan dari
pertambangan (Arif, 2016). Penambangan dapat dilakukan dengan tambang
terbuka (surface mining) dan tambang bawah tanah (underground
mining). Pada tambang terbuka terdiri dari beberapa metode antara lain open
pit mining, quarry, strip mine, dan alluvial mine (Alhabsyi, Ranggu,
Syamsuddin, & Sani, 2024).
PT Ulima Nitra Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang pertambangan, minyak dan gas bumi, kontruksi, operasi, dan
pemeliharaan. PT Ulima Nitra, Tbk sejak tahun 2022 menjadi salah satu dari
empat kontraktor yang menjalankan kegiatan penambangan di Wilayah Izin Usaha
Pertambangan (WIUP) PT Budi Gema Gempita yang memiliki luas area 1254 ha. PT
Ulima Nitra melakukan kegiatan penambangan di Pit Kungkilan. Kegiatan penambangan yang dilakukan
yaitu metode tambang terbuka dengan sistem open pit mining (Ningsi, Razaqi, Yuwono,
Gobel, & Cahyaningsih, 2024).
Produktivitas ialah suatu
kemampuan alat melakukan pekerjaan dalam waktu tertentu (Ningsi et al., 2024). Dalam kegiatan penambangannya digunakan alat
gali-muat dan alat angkut untuk mencapai produktivitas. Alat gali-muat yang
digunakan yaitu excavator Hitachi ZX-870LCH untuk overburden dan excavator
Volvo EC-480 untuk batubara. Alat angkut yang digunakan untuk overburden
antara lain Komatsu HD465-7R dan CAT OHT 773E, sedangkan untuk batubara yaitu dumptruck
Hino 500 fm260jd. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar produktivitas
yang dihasilkan oleh alat gali-muat dan alat angkut serta mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas (Khair, Triantoro, Riswan, & Hidayat,
2019; Nasuhi, Tono, & Guskarnali, 2017).
Berdasarkan permasalahan yang
ada, penulis melakukan penelitian dengan judul “Evaluasi Produktivitas Alat
Gali-Muat dan Alat Angkut Untuk Overburden dan Batubara di Pit Kungkilan
PT Ulima Nitra, Tbk Jobsite PT Budi Gema Gempita, Kabupaten Lahat, Sumatera
Selatan.”
Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengamatan langsung
di lokasi tepatnya di Pit Kungkilan PT Ulima Nitra, Tbk. Pengamatan di Pit
Kungkilan ini dilakukan pada 2 fleet overburden dan 1 fleet
batubara. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Februari-22 Maret 2024.
PT Ulima Nitra, Tbk menjalankan kegiatan penambangan di Wilayah Izin Usaha
Pertambangan (WIUP) PT Budi Gema Gempita yang secara
geografis terletak antara koordinat 1030
43’ 04” - 1030 44’ 51” Bujur Timur dan 030 38’ 57” - 030
42’ 26” Lintang Selatan. Secara administratif area operasi produksi PT Budi
Gema Gempita berada di Desa Muara Lawai dan Desa Arahan, yang termasuk dalam
Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.
Gambar 1. Lokasi PT Ulima Nitra, Tbk
(Google Earth, 2024)
Data primer yang diambil pada penelitian ini antara lain waktu edar alat
gali-muat dan alat angkut, jumlah bucket pengisian dumptruck,
jumlah dan jenis alat yang digunakan (Istiqamah & Gusman,
2020). Pada penelitian ini jenis alat gali-muat yang dipakai yaitu 2 unit excavator
Hitachi ZX-870LCH untuk overburden dan 1 unit excavator Volvo
EC-480 untuk batubara. Sedangkan alat angkut yang digunakan antara lain Komatsu
HD465-7R dan CAT OHT 773E untuk overburden serta Hino 500 fm260 jd untuk
batubara.
Data sekunder yang diambil pada penilitian ini antara lain spesifikasi
alat, hambatan dan waktu kerja, peta WIUP, jarak front ke disposal dan stockpile.
Data ini diambil melalui arsip data yang dimiliki perusahaan. Adapun jarak
front ke disposal yaitu ±3000 meter, dan jarak front ke stockpile
yaitu ±3600 meter.
Produktivitas alat gali-muat dan alat angkut dapat dihitung menggunakan
pers. 1 (Zulkarnain, 2021):
Keterangan:
Ph :
Produktivitas alat (ton/jam)
Kb : Kapasitas bucket (m3)
n : banyak pengisian
Ff : Faktor pengisian/fill
factor (%)
Sf : Faktor pengembangan/swell
factor (%)
Ct : Waktu edar alat/cycle
time (detik)
D : Densitas (ton/m3)
Eff : Efisiensi kerja (%)
Dalam kegiatan penambangan
perlu adanya keserasian antara alat gali-muat dengan alat angkut untuk
tercapainya target produksi (Tak & Rumbino,
2022). Keserasian alat (match factor) dapat ditentukan dengan pers. 2 (Natanael, Nurkhamim,
WA, & Riyadi, 2023):
Keterangan:
MF : Faktor keserasian/match
factor
n : Frekuensi pengisian truk
Na : Banyak alat angkut
Nm : Banyak alat gali-muat
Cta : Waktu edar alat angkut
(detik)
Ctm : Waktu edar alat gali-muat
(detik)
1. Jenis dan Kapasitas Alat
Alat gali-muat yang dipakai
yaitu 2 unit excavator Hitachi ZX-870LCH dengan kapasitas bucket
3,5 m3 untuk overburden dan 1 unit excavator Volvo EC-480 dengan
kapasitas bucket 2,6 m3 untuk batubara. Alat angkut yang
digunakan pada fleet 1 untuk overburden yaitu 5 unit HD465-7R dengan
kapasitas vessel 25 m3 dan jumlah bucket pengisiannya
7 kali, sedangkan pada fleet 2 untuk overburden digunakan 6 unit CAT OHT
773E dengan kapasitas vessel 26,5 m3 dan jumlah bucket
pengisiannya 7 kali. Pada fleet 3 untuk batubara, alat angkut yang digunakan
yaitu 8 unit dumptruck Hino 500 fm260 jd dengan kapasitas vessel
23 m3 jumlah bucket pengisian 10 kali (Istiqamah &
Gusman, 2020).
2. Jadwal Kerja
Waktu kerja yang ditetapkan
di PT Ulima Nitra, Tbk dalam satu shift adalah selama
12 jam mulai dari jam 06.00 – 18.00 WIB setiap harinya dengan waktu istirahat
selama 1 jam selain hari jumat dimana waktu istirahat selama 2 jam. Namun waktu
kerja aktual tidak sama dengan yang telah ditetapkan karena adanya waktu
hambatan yang terdiri dari P2H & P5M, shift change, pengisian bahan
bakar, safety talk, terlambat kerja, dan hujan sehingga waktu efektif
kerja alat menjadi 16,78 jam/hari.
3. Efisiensi Kerja
Efisiensi kerja merupakan
rasio antara waktu kerja efektif dengan waktu tersedia yang dinyatakan dalam
persen (%). Waktu kerja tersedia yaitu 24 jam (Neksen, Wadud,
& Handayani, 2021). Pada penelitian ini setelah
dilakukan perhitungan, maka efisiensi kerja yang didapatkan adalah 70%. Semakin
besar persentase efisiensi kerja, maka semakin besar pula nilai produktivitas
yang dicapai (Purnama, 2008).
4. Pola Pemuatan dan Pola
Pengisian
Pola pemuatan yang
dilakukan di PT Ulima Nitra, Tbk Jobsite PT Budi Gema Gempita yaitu top loading
dimana posisi excavator lebih tinggi atau sejajar dengan vessel
dumptruck. Pada pola pengisian, diterapkan sistem Single Back Up,
yaitu satu alat angkut berada di tempat muat untuk diisi sampai penuh,
sementara alat angkut berikutnya akan menunggu giliran sampai alat angkut
sebelumnya selesai dimuat dan berangkat. Setelah itu, alat angkut kedua akan maju untuk diisi, dan
alat angkut ketiga akan menunggu gilirannya.
Gambar 2. Metode Top Loading
5.
Faktor Pengembangan
(Swell Factor)
Faktor pengembangan (swell
factor) dapat dihitung dengan membandingkan volume
material saat masih dalam kondisi asli
(bank condition) dengan volume material saat dalam kondisi
gembur (loose condition).
Swell factor
untuk material overburden pada fleet 1 dan 2 adalah 0,86 yang
merupakan campuran material pasir dan clay. Swell factor untuk
batubara yaitu sebesar 0,74 (Syaputra,
Alfianita, & Andriansyah, 2024).
6.
Faktor
Pengisian (Fill Factor)
Faktor pengisian (fill
factor), adalah rasio
volume bucket atau kapasitas
sebenarnya dengan kapasitas sesuai spesifikasi. Fill factor
untuk material overburden yaitu
sebesar 1,1 yang menunjukkan bahwa material ini tergolong agak mudah
diambil karena merupakan campuran pasir dan clay. Untuk batubara yaitu sebesar 0,9
yang menunjukkan bahwa material ini tergolong agak sulit diambil.
7.
Waktu Edar Alat (Cycle
Time)
Waktu edar adalah
periode yang diperlukan oleh suatu alat
untuk menyelesaikan satu siklus penuh
kegiatan produksi, mulai dari awal
hingga akhir, sebelum memulai siklus berikutnya. Waktu edar alat
dapat mempengaruhi produktivitas karena semakin kecil waktu
edar alat maka semakin besar
produktivitas yang tercapai.
Tabel 1. Waktu Edar Alat
Gali-Muat
|
Fleet |
Alat |
Digging |
Swing Isi |
Dumping |
Swing Kosong |
Total |
|
(detik) |
||||||
|
1 |
Hitachi ZX-870LCH |
10,82 |
5,45 |
6,13 |
5,51 |
27,90 |
|
2 |
Hitachi ZX-870LCH |
9,42 |
6,24 |
6,10 |
5,28 |
27,28 |
|
3 |
Volvo EC-480 |
9,85 |
4,54 |
4,91 |
4,53 |
23,83 |
Tabel 2. Waktu Edar Alat Angkut
|
Fleet |
Alat |
Manuver |
Loading |
Travel Isi |
Manuver |
Dumping |
Travel Kosong |
Total |
|
(detik) |
||||||||
|
1 |
Komatsu HD465-7R |
24,5 |
149,5 |
571,3 |
36,8 |
28,4 |
568,6 |
1377,9 |
|
2 |
CAT OHT 773E |
28,8 |
160,3 |
509,6 |
32,2 |
26,0 |
535,2 |
1292,2 |
|
3 |
Hino 500 fm260 jd |
41,3 |
205,3 |
736,3 |
54,7 |
37,9 |
735,0 |
1828,0 |
Berdasarkan tabel 1,
waktu edar untuk excavator Hitachi ZX-870LCH pada fleet 1 yaitu
27,90 detik, waktu edar untuk excavator Hitachi ZX-870LCH pada fleet
2 yaitu 27,28 detik, dan waktu edar untuk excavator Volvo EC-480 pada fleet
3 yaitu 23,82 detik.
Berdasarkan tabel 2, waktu
edar untuk Komatsu HD465-7R pada fleet 1 yaitu 1377,9 detik atau selama
±30 menit. Waktu edar untuk CAT OHT 773E pada fleet 2 yaitu 1292,3 detik
atau selama ±22 menit. waktu edar untuk dumptruck Hino 500 fm260 jd pada
fleet 3 yaitu 1828 atau selama ±30,5 menit.
8.
Produktivitas Alat
Gali-Muat dan Alat Angkut
Dari perhitungan, produktivitas alat gali-muat excavator
Hitachi ZX-870LCH dengan pada fleet 1 untuk overburden yaitu
sebesar 295,57 bcm/jam. Produktivitas alat-gali muat excavator ZX-870LCH
pada fleet 2 untuk overburden yaitu sebesar 302,35 bcm/jam.
Produktivitas alat gali-muat excavator Volvo EC-480 untuk batubara yaitu
sebesar 230,77 ton/jam.
Pada fleet 1 dengan alat angkut yang digunakan
yaitu Komatsu HD465-7R didapatkan produktivitas sebesar 44,53 bcm/jam. Pada fleet
2 dengan alat angkut yang digunakan yaitu CAT OHT 773E didapatkan produktivitas
sebesar 44,67 cm/jam. Sedangkan pada fleet 3 dengan alat angkut yang digunakan
yaitu dumptruck Hino 500 fm260jd didapatkan produktivitas sebesar 30,08
ton/jam.
9. Faktor Keserasian Alat (Match Factor)
Match factor yang didapatkan pada fleet I untuk overburden yang terdiri
dari excavator Hitachi ZX-870LCH dan Komatsu HD465-7R yaitu 0,8. Match
factor pada fleet II untuk
overburden yang terdiri dari
excavator ZX-870LCH dan CAT OHT 773E yaitu 0,9. Match factor pada
fleet III untuk batubara
yaitu 1,04. Hal ini berarti excavator pada fleet
I dan II untuk overburden
menunggu karena nilai MF menunjukkan <1. Sedangkan pada fleet III untuk batubara menunjukkan nilai MF >1 sehingga dumptruck mengantri (Aprilliana, Adiwarman, Ramadhon, & Putra, 2023).
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan, untuk fleet 1 didapatkan produktivitas excavator
Hitachi ZX-870LCH yaitu sebesar 295,57 bcm/jam dan Komatsu HD465-7R sebesar 44,53
bcm/jam dengan nilai match factor 0,8. Untuk fleet 2,
produktivitas excavator Komatsu ZX-870LCH yaitu sebesar 302,35 bcm/jam dan CAT
OHT 773E sebesar 44,67 bcm/jam dengan nilai match factor 0,9. Untuk fleet
3, produktivitas excavator Volvo EC-480 yaitu sebesar 230,77 ton/jam dan
dumptruck Hino 500 fm260 jd sebesar 30,08 ton/jam dengan nilai match
factor 1,04.
Adapun faktor yang mempengaruhi
produktivitas antara lain kapasitas alat, efisiensi kerja, faktor pengembangan (swell
factor), faktor pengisian (fill factor), dan waktu edar (cycle
time). Jika match factor <1 maka dapat untuk mencapai nilai match
factor =1 dengan menambah alat angkut, sedangkan jika match factor >1
dengan mengurangi alat angkut.
Alhabsyi, Gina Audina P., Ranggu, Ruth Bunga, Syamsuddin,
Syamsuddin, & Sani, Hendra. (2024). Pengenalan Kegiatan Pertambangan.
PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Aprilliana, Aprilliana, Adiwarman, Mirza, Ramadhon, Ilham
Agung, & Putra, Putra. (2023). Analisis Produktivitas Alat Angkut Pada
Kegiatan Pengangkutan Batubara Dari Temporary Stockpile Menuju Dump Hopper Di
PT Rifansi Dwi Putra Site Banko Barat PT Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera
Selatan. Jurnal Ilmiah Teknik Dan Sains, 1(2), 106–112.
Arif, Ir Irwandy. (2016). Geoteknik Tambang. Gramedia
Pustaka Utama.
Bale, Iqbal Tawakal, & Setiadi, Edi. (2022). Analisis
Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Pertambangan Ilegal Di
Kabupaten Bogor Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang
Pertambangan Mineral Dan Batubara. Bandung Conference Series: Law Studies,
2(1), 724–731.
Istiqamah, Dita Aprilia, & Gusman, Mulya. (2020). Kajian
Teknis Optimasi Produksi Alat Gali Muat dan Alat Angkut Pada Kegiatan
Pengupasan Overburden Berdasarkan Efisiensi Biaya Operasional Di Pit Barat PT.
Allied Indo Coal Jaya Kota Sawahlunto. Bina Tambang, 5(1), 61–73.
Khair, Abdul, Triantoro, Agus, Riswan, Riswan, & Hidayat,
Wahyu Nur. (2019). Evaluasi Pencapaian Target Produktivitas Alat Gali Muat Dan
Alat Angkut Pada Aktivitas Pemindahan Overburden Di Pit1 Blok15 Pt Rimau Energy
Mining, Site Putut Tawuluh. Jurnal Himasapta, 4(01).
Manik, Jeanne Darc Noviayanti. (2013). Pengelolaan
Pertambangan Yang Berdampak Lingkungan Di Indonesia. Promine, 1(1).
Nasuhi, Muhamad, Tono, EPSB Taman, & Guskarnali,
Guskarnali. (2017). Optimalisasi dan Produktivitas Alat Gali-Muat dan Alat
Angkut pada Tambang Batu Granit PT Vitrama Properti di Desa Air Mesu, Kecamatan
Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. MINERAL, 2(1), 8–15.
Natanael, Yovan Adiel, Nurkhamim, Nurkhamim, WA, Dwi
Poetranto, & Riyadi, Faizal Agung. (2023). Analisis Pengaruh Geometri Jalan
Angkut Terhadap Produktivitas Alat Angkut Di PT Jomima Baramulia Abadi Site
Bangun Olah Sarana Sukses, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jurnal
Teknologi Pertambangan, 8(2), 22–26.
Neksen, Alpin, Wadud, Muhammad, & Handayani, Susi.
(2021). Pengaruh Beban Kerja dan Jam Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT
Grup Global Sumatera. Jurnal Nasional Manajemen Pemasaran & SDM, 2(2),
105–112.
Ningsi, Adelia Safriana, Razaqi, Ferina Yasyfa, Yuwono,
Raditya Adi, Gobel, Alieftiyani Paramita, & Cahyaningsih, Bimbi. (2024).
Evaluasi Produktivitas Alat Gali-Muat dan Alat Angkut Untuk Overburden dan
Batubara di Pit Kungkilan Pt Ulima Nitra Tbk Jobsite Pt Budi Gema Gempita
Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Jurnal Teknik Indonesia, 3(4),
64–71.
Purnama, Ridwan. (2008). Pengaruh motivasi kerja terhadap
produktivitas kerja karyawan pada bagian produksi CV. Epsilon Bandung. Strategic:
Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis, 8(2), 58–72.
Syaputra, Rizky, Alfianita, Lia, & Andriansyah, Rian.
(2024). Aktivitas Penambangan Batubara: Studi Kasus Pit Elang, Kabupaten Muara
Enim, Sumatera Selatan. Jurnal Teknologi Pertambangan Dan Geosains, 1(1),
17–25.
Tak, Feria, & Rumbino, Yusuf. (2022). Analisis Pencapaian
Target Produksi Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Pada Proses Penambangan Pasir Di
(Quarry) Pt. Bumi Indah Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Jurnal
Teknologi, 16(1), 13–19.
Zulkarnain, Fahrizal. (2021). [HAKI] Pemindahan Tanah
Mekanis Dan Peralatan Konstruksi.